Wisata Sejarah di Malang – Mengenal Malang Dan Sejarahnya

Wisata Sejarah di Malang – Malang menjadi kota dengan destinasi wisata yang sangat sayang sekali untuk dilewatkan. Ketika berkunjung ke kota Malang tak ada salahnya untuk berlibur ke wisata sejarah yang ada di Malang. Selain berlibur, juga untuk menggali nilai-nilai sejarah dari benda-benda maupun bangunan peninggalan sejarah yang sangat memiliki nilai historis. Nah berikut ini beberapa list tempat wisata sejarah di Malang :

Candi Singosari

Candi Singosari merupakan candi peninggalan kerajaan Singosari yang berlokasi di Jl. Kertanegara No.148, Candirenggo, Kec. Singosari, Malang. Candi Singosari juga dikenal dengan nama Candi Cungkup yang memiliki arti menara, pasalnya dahulu candi ini dibangun dengan ketinggian hingga 15 meter. Candi ini dibangun pada masa kejayaan kerajaan Singosari, cerita kejayaan dan kemakmuran kehidupan masyarakat saat itu terukir pada relief-relief pada dinding candi.

Candi Jawar Ombo

Bergeser ke Malang Selatan, terdapat sebuah candi peninggalan kerajaan Majapahit yaitu Candi Jawar Ombo. Candi ini ditemukan pada tahun 1983 dan mengalami renovasi di tahun 2014, hingga saat ini Candi Jawar Ombo masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat Hindu. Ketika berkunjung ke Candi Jawar, pengunjung dapat menikmati pemandangan candi yang berlatar belakang Gunung Semeru nan Megah.

Baca Juga :
Wisata Baru di Malang
Kafe di Malang 24 Jam

Gereja Ijen

Di pusat kota Malang terdapat sebuah bangunan gereja yang berdiri megah dan indah, bangunan gereja ini dibangun pada tahun 1934 oleh Belanda. Gereja yang bernama Gereja Ijen ini adalah gereja paling indah kedua setelah gereja Kathedral yang ada di Jakarta. Gereja ini menjadi salah satu bukti peninggalan sejarah pada era penjajahan Belanda yang masih difungsikan untuk beribadah hingga saat ini. Karena keindahannya tak heran jika area di sekitar gereja ini digunakan sebagai spot untuk mengambil gambar.

Klenteng Eng An Kiong

Tak hanya gereja peninggalan Belanda, di pusat kota Malang juga terdapat sebuah bangunan yang amat legendaris yaitu Klenteng Eng An Kiong. Klenteng ini memiliki arsitektur yang unik dan khas perpaduan Eropa dan Tiongkok Timur. Klenteng yang dibangun pada tahun 1825 ini, dibangun oleh salah satu anggota ekspedisi Laksamana Cheng Ho yang menjelajah di wilayah Asia Tenggara.

Jalan Besar Ijen

Jika ke kota Malang silahkan untuk berkunjung ke Jalan Besar Ijen, Jalan ijen merupakan saksi peninggalan sejarah pada zaman Belanda. Bangunan di sekitar Jalan Ijen dulunya adalah pemukiman yang ditinggali oleh orang Belanda. Jadi jika melintas di Jalan Ijen, pengunjung akan merasakan nuansa kolonial yang masih terasa sangat kental. Bangunan di sekitar jalan hingga saat ini masih di dominasi bangunan-bangunan bergaya Eropa kolonial.

Baca Juga :
Wisata Malam di Malang
Pantai Terindah di Malang

Pemandian Ken Dedes

Pemandian Ken Dedes merupakan peninggalan dari kerajaan Singosari, pemandian ini dipercaya sebagai pemandian Ratu Ken Dedes. Air pemandian ini dipercaya mampu menyembuhkan segala macam penyakit dan meningkatkan aura kecantikan seseorang. Pemandian Ken Dedes berlokasi tak jauh dari Candi Singosari, tak jauh dari lokasi pemandian terdapat bukit kecil yang mengalir sumber air dari puncaknya.

Menurut masyarakat sekitar sumber air dari atas bukit kecil itulah yang digunakan Ratu Ken Dedes untuk menyucikan diri dan bertapa. Sedangkan pemandian yang terkenal saat ini dengan sebutan pemandian Ken Dedes merupakan tempat mandi dayang-dayang dari Kerajaan Singosari.

Desa Tengger Bromo

Desa Tengger Bromo terletak di dataran tinggi sekitar kawasan pegunungan Bromo, Tengger, Semeru. Penduduk asli yang bermukim di desa ini adalah suku Tengger, hingga saat ini warga Tengger masih memegang erat kepercayaan leluhur terdahulu. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan upacara adat Yadnya Kasada yang dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaan upacara adat Yadnya Kasada dilakukan dengan melarung sesaji ke dalam kawah Gunung Bromo.

Sesaji yang dilemparkan ke kawah gunung mulai dari hasil pertanian, perkebunan, hewan ternak dan lain-lain. Masyarakat Tengger meyakini upacara adat ini dapat menghindarkan dari musibah dan diberikan kemakmuran oleh leluhur.
Itulah tadi beberapa list tempat wisata sejarah di Malang, yang dapat dikunjungi bersama keluarga tercinta. Wisata sejarah ini sangat sayang sekali untuk dilewatkan karena selain dapat menambah wawasan, juga dapat mengingatkan akan perjuangan para pejuang pada zaman dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *